bhagawanta adhimas, itu namaku. sejujurnya aku tidak begitu menyukainya, mengingat si pemberi nama yang katanya adalah doa itu nyatanya merupakan tersangka utama dari trauma yang aku bawa hingga usia duapuluh lima.

dia sudah gila, selanjutnya aku yang akan ikut gila.

seumur hidupku, aku tumbuh di tanah di mana uang adalah alat tukar untuk segala, temasuk cinta, dan benci adalah hal paling lumrah dijumpa. untuk dapat merasakan cinta, aku perlu menyogok mereka dengan uang berjuta-juta atau pencapaian setinggi kurs dolar amerika. baru kemudian mereka munculkan gurat senyum bahagia sambil kucuri aku dengan cinta sebanyak-banyaknya.

mahal sekali ya?

piala dan plakat penghargaan yang berserakan ialah saksi bisu dari darah, keringat dan air mata yang tercurah demi dapatkan validasi keluarga. memang sudah seharusnya kamu begitu, kata mereka. memang sudah sewajarnya kamu begitu. sudah dilahirkan ke dunia, harusnya kamu tau terima kasih. aku baru menamatkan pendidikan sarjana di ibu kota, diminta kembali ke kampung halaman agar bisa diarak keliling untuk dibanggakan kepada sanak saudara. diagung-agungkan aku di hadapan mereka sebagai seorang anak yang berhasil menimba ilmu di jakarta berkat banyaknya prestasi yang ‘kupunya. dielu-elukan aku di hadapan mereka sebagai seorang mahasiswa unggulan yang lulus dengan nilai hampir sempurna. disombong-sombongkan aku di depan mereka yang dulu ramalkan aku ‘tak bisa jadi apa-apa sebab berasal dari kelurga nihil harta.

aku adalah si anak emas yang kelelahan.

saat ini aku sedang meniti karir sebagai model pemula dengan penghasilan ‘tak seberapa. semua berkat bantuan dari seorang teman sebaya yang memperkenalkanku dengan teman lainnya. bertemu banyak manusia, mendengarkan banyak suara, memakai banyak kenaan ternama dan bergaya di depan kamera nyatanya tidak bisa benar-benar membuatku melupakan segala rasa yang ada. meskipun inginku adalah bebas dari mereka yang tidak peduli, aku tetap tidak bisa. pada akhirnya aku terjebak di sini, di tanah lapang nan tandus, terjerat dalam hubungan transaksional tanpa akhir dengan anggota keluarga.